Publisher Theme
Iā€™m a gamer, always have been.

5 Kegagalan Tendangan Penalti yang Paling Bikin Sakit Hati

0 36

Di sebuah pertandingan sepak bola, tidak ada momen yang lebih menegangkan dan menguras mental dibandingkan adu tendangan penalti. Duel 1 lawan 1 antara eksekutor dan penjaga gawang ini sekilas memang simpel, tapi juga memiliki mental pressure yang tidak main-main.

Coba bayangkan, setelah kamu capek-capek bermain 90 menit + 30 menit waktu tambahan, kamu masih harus menjalani adu penalti. Terlebih lagi, jika adu penalti ini ada di panggung besar seperti final Euro 2020 di bulan Juli 2021 kemarin.

5 Kegagalan Tendangan Penalti Paling Menyakitkan

Tendangan penalti adalah satu-satunya momen dimana sepak bola berubah dari ajang olahraga tim menjadi individu. Tidak ada pemain lain yang bisa membantu ketika kamu sudah berdiri di dalam kotak penalti.

Ketika Pro sedang menyusun tim di MPL Fantasy, memilih penalty taker itu bukan jaminan kamu bisa mencetak gol nantinya.

Meskipun hanya ada jarak 11 meter dari gawang ke titik penalti, tendangan penalti bisa jauh lebih sulit dibandingkan mencetak gol dari tendangan bebas. Buktinya bisa kalian lihat di daftar kegagalan tendangan penalti paling menyedihkan berikut.

Andriy Shevchenko di Final Liga Champion 2005

Untuk seorang fans Liverpool, mungkin tidak ada momen yang lebih mengharukan dibandingkan laga final Liga Champion 2005 melawan AC Milan. Setelah tertinggal 0-3 di paruh waktu pertama, The Reds berhasil mencetak 3 gol dalam kurang dari 6 menit di paruh waktu kedua.

Sayangnya, malam AC Milan akan berubah jauh lebih mengenaskan di adu penalti. Tertinggal 2-3, giliran penyerang andalan Andriy Shevchenko mendekati titik penalti.

Naas, tendangan penalti Shevchenko berhasil ditepis penjaga gawang Jerzy Dudek yang langsung disambut meriah oleh pemain Liverpool lainnya. Walhasil, momen kejayaan Liverpool juga menjadi salah satu momen paling buruk Shevchenko.

Asamoah Gyan di Perempat Final World Cup 2010

Siapa sih yang tidak suka dengan kisah underdog? Pro pasti takjub saat Leicester City berhasil menjuarai Liga Inggris di musim 2016. Nah, di ajang World Cup 2010, Ghana memegang predikat underdog, sayangnya perjalanan mereka kandas di tangan Luis Suarez.

Di babak perempat final melawan Uruguay, kondisi saat itu imbang 1-1 pertandingan berlanjut ke waktu tambahan. Di menit 120 mendekati akhir permainan, sundulan Dominic Adiyiah berhasil ditepis tapi bukan ditepis penjaga gawang.

Melainkan, Luis Suarez secara blak-blakan melakukan handball untuk menyelamatkan gawang Uruguay. Suarez jelas langsung mendapat kartu merah dan Ghana dihadiahkan tendangan penalti sebagai pengganti.

Asamoah Gyan perlahan melangkah ke kotak penalti dan banyak yang optimis bahwa kisah underdog Ghana masih akan berlanjut. Sayangnya, tendangan penalti Gyan mengenai tiang dan Uruguay akhirnya berhasil memenangkan adu penalti dengan skor 4-2.

David Beckham di Perempat Final Euro 2004

Di dunia sepak bola, timnas Inggris dan tendangan penalti memang tidak pernah jodoh. Bahkan David Beckham yang biasanya tidak ada masalah mencetak gol juga terkena kutukan ini.

Di perempat final melawan Portugal, Beckham menjadi pemain pertama yang maju di laga adu penalti. Sayangnya, Beckham malah tersandung dan tendangan penalti dari sang kapten malah meleset jauh dari gawang.

Beckham cuma bisa menunjuk titik penalti sambil mengeluh sementara Portugal akhirnya lolos dengan skor 6-5.

John Terry di Final Liga Champion 2008

Konon, hujan di langit Moskow pada malam final Liga Champion 2008 masih kalah derasnya dibandingkan air mata yang mengalir dari John Terry. Seberapa sakitnya fans Chelsea ketika mengingat kekalahan ini, dijamin kepedihan yang dirasakan Terry jauh lebih dalam.

Imbang 1-1 melawan Manchester United, pertandingan final tersebut harus berlanjut ke babak penalti. Setelah tendangan penalti Ronaldo dari MU gagal menemukan gawang, Terry memiliki kesempatan emas untuk membawa pulang piala ke Stamford Bridge.

Sayangnya, kondisi kotak penalti yang diguyur hujan membuat kapten The Blues terpeleset dan tendangan Terry memantul dari tiang gawang. Setelah tendangan dari rekan setimnya, Nicolas Anelka, ikut meleset, MU akhirnya yang berhasil menjadi juara.

Tendangan Penalti oleh Rashford, Sancho, dan Saka di Final Piala Euro 2020

Setelah seisi Inggris terbuai dengan slogan “It’s Coming Home” di ajang Piala Euro 2020, kisah perjuangan Three Lions berakhir mengenaskan di bulan Juli 2021. Dibawah asuhan Gareth Southgate, pasukan Inggris berhasil lolos ke babak final dimana mereka berhadapan dengan Italia.

Baru saja masuk ke menit kedua, tendangan dari Luke Shaw menemukan gawang Italia dan membuat fans di Stadion Wembley. Sayangnya, Leonardo Bonucci membalas gol tersebut di babak kedua dan lagi-lagi, pertandingan harus berlanjut ke babak penalti.

Harapan Inggris mulai melambung setelah penjaga gawang Jordan Pickford berhasil menepis tendangan penalti Andrea Belotti. Sayangnya, tendangan penalti Marcus Rashford memantul dari tiang gawang dan Gianluigi Donnarumma berhasil menepis tendangan Jadon Sancho dan Bukayo Saka.

Hasil akhir, 3-2 untuk Italia. Juli 2021 yang seharusnya menjadi momen perayaan di Inggris akhirnya menjadi periode berkabung.

5 Kegagalan Tendangan Penalti Paling Bikin Sakit Hati

Memang tendangan penalti itu sekilas menjadi tendangan paling mudah di sepak bola, tapi beban mentalnya tidak bisa diremehkan. Mau kamu punya kaki emas seperti Beckham, kamu juga masih memiliki kemungkinan gagal.

Seperti kehidupan, tidak ada kepastian sama sekali di sepak bola.

Pro, kamu bisa memilih para pemain di atas untuk masuk tim MPL Fantasy kamu ketika timnya bertanding, ya. Soalnya, kamu para pemain di atas tentu memiliki poin tendangan yang baik dan berkesempatan mencetak gol yang lebih tinggi.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.