Publisher Theme
I’m a gamer, always have been.

Tottenham vs Chelsea: “Battle of the Bridge” yang Semakin Seru Tiap Musimnya

0 63

Meski bukan merupakan derby, pertandingan antara Tottenham vs Chelsea menjadi salah satu pertemuan antara dua klub London, Inggris yang selalu menarik perhatian. Lalu apa yang membuat pertemuan antara kedua klub ini dinamakan Battle of the Bridge?

Tottenham Hotspur dan Chelsea Punya Rival Masing-masing

Perlu Pro ketahui, meski sama-sama dari London pertandingan antara Tottenham vs Chelsea tidak bisa sepenuhnya disebut sebagai derby. Hal ini dikarenakan Tottenham berasal dari London Utara, sementara Chelsea dari London Barat.

Rival satu kota Tottenham Hotspur sendiri adalah Arsenal sementara Chelsea adalah Fulham. Jika melihat Fulham yang sekarang ini hanya berlaga di Divisi Championship (kasta kedua Premier League) dan Arsenal yang belum juga bangkit, maka tak heran jika derby London sekarang ini mengarah pada Tottenham vs Chelsea.

Bahkan, sebutan The Big Four saat ini berubah menjadi The Big Six semenjak naiknya pamor Tottenham Hotspur dan Manchester City.

Awal Mula Penyebutan “Battle of the Bridge”

Liga Inggris musim 2016 lah yang menjadi pencetus munculnya sebutan Battle of the Bridge. Kala itu, pertandingan antara Chelsea vs Tottenham berlangsung tepatnya pada 02 Mei 2006 di Stamford Bridge, kandang Chelsea.

Pertandingan ini menjadi penentu juara Liga Inggris yang diperebutkan Leicester City dan Tottenham Hotspur. Spurs perlu menang agar bisa meneruskan peluang juara sementara Leicester hanya perlu Tottenham untuk bermain imbang agar bisa juara.

Pada laga tersebut sebenarnya Tottenham unggul 2-0 terlebih dahulu berkat gol Harry Kane dan Son Heung Min.

Hal ini menjadi titik cerah Spurs untuk bisa mengakhiri puasa gelar liga sejak tahun 1961. Akan tetapi, Chelsea yang kala itu belum diperkuat susunan pemain seperti Timo Werner, Mason Mount, atau Kai Havertz, selaku tuan rumah mampu membalas dua gol Tottenham Hotspur melalui Gary Cahill dan Eden Hazard yang mengoyak gawang Tottenham secara beruntun.

Pada saat kedudukan masih 2-1, para pemain Spurs mulai melakukan berbagai pelanggaran yang banyak pengamat mengatakan seharusnya diberikan kartu merah. Hasilnya, sembilan kartu kuning untuk Tottenham dan tiga untuk Chelsea harus dikeluarkan wasit saat itu, Mark Clattenburg.

Selain itu, rekan di lini tengah Eric Dier, Moussa Dembele dari Tottenham juga menerima hukuman tidak boleh main di enam pertandingan karena kekerasan.

Tak hanya sampai disitu, kedua tim juga mendapat hukuman langsung dari FA karena gagal mengontrol para pemain.

Pertandingan Chelsea vs Tottenham inilah yang kemudian diingat sebagai The Battle of the Bridge.

Battle of the Bridge Membuat Leicester City Juara

Asa Tottenham untuk menjaga jarak dengan pemimpin klasemen saat  itu, Leicester City langsung sirna. Karena dengan hasil imbang itu, Leicester secara otomatis menjadi juara Liga Inggris musim 2016 sekaligus menjadi cerita terhebat sebuah klub sepak bola, terutama Inggris sepanjang sejarah.

Selain gelar juara, para pemain Leicester City mulai menyita banyak perhatian termasuk para klub raksasa Inggris.

Selain Jamie Vardy yang menjadi mesin gol Leicester kala itu, nama- Riyad Mahrez dan N’golo Kante langsung menjadi target utama tim-tim lain dengan keuangan yang lebih mapan.

Tidak lama, Chelsea sendiri lah yang mengangkut N’golo Kante dan menjadi pilar penting hingga sekarang. Sementara itu, Mahrez pindah ke Manchester City yang dinahkodai Pep Guardiola.

Battle of the Bridge di Musim 2021-22

Pertandingan antara dua klub London, Tottenham dan Chelsea tentu dapat kembali Pro saksikan di Liga Inggris musim ini dan pastinya akan semakin seru.

Laga perdana Tottenham vs Chelsea dijadwalkan berlangsung pada 19 September 2021 di Tottenham Hotspur stadium, yaitu White Hart Lane. Lalu, pertemuan kedua di Liga Inggris, Chelsea vs Tottenham dijadwalkan pada 22 Januari 2022 di Stamford Bridge.

Jadwal tersebut sewaktu-waktu bisa berubah bergantung pada situasi dan kondisi masing-masing tim atau hal yang tidak direncanakan.

Menilik Kekuatan Masing-masing Tim

Liga Inggris musim 2021-22 sudah berlangsung dan kedua tim masing-masing telah menjalani dua pertandingan pembuka.

Tottenham

Tottenham sendiri bertemu juara bertahan Manchester City dan secara mengejutkan keluar sebagai pemenang dengan skor 1-0. Padahal, pelatih baru The Lily White, Nuno Espirito Santo yang menjadi pengganti Jose Mourinho harus menjalani laga tanpa bintang mereka Harry Kane.

Tottenham menang berkat gol tunggal dari Son Heung Min hasil serangan balik yang mengejutkan lini pertahanan City.

Chelsea

Sementara itu, the Blues mengawali liga dengan tren positif, bahkan menjanjikan. Setelah menang telak 3-0 di kandang sendiri melawan Crystal Palace, The Blues juga keluar kembali meraih tiga poin penuh melawan Arsenal dengan skor 0-2 di Emirates Stadium.

Pertandingan Tottenham vs Chelsea nanti sepertinya akan sangat menarik untuk disaksikan. Selain dual antara pelatih Thomas Tuchel dan Nino Santo, pertandingan ini kembali akan menentukan tim terbaik di London.

Ikuti laga Tottenham vs Chelsea sambil main MPL Fantasy

Pro, jangan sampai ketinggalan Battle of the Bridge di Liga Inggris, ya!

Jika main MPL Fantasy Sepak Bola di aplikasi MPL ID, kamu bisa terus mengikuti berbagai pertandingan bola Liga Inggris musim ini sambill menjadi manajer juga. Pilih pemain seperti Son Heung Min, Kante, dan Lukaku untuk jadi bagian dari tim terbaikmu!

Kok bisa? Download saja aplikasi MPL ID dan segera install di android kesayangan kamu untuk main MPL Fantasy.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.